Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan

Sabtu

Rudy Salim, Pimpinan PT. Excel Trade Indonesia

Sukses di Bisnis Penuh Resiko

Rudy Salim terlihat santai bersama komputer jinjingnya saat AdInfo temui di ruang kerjanya di lantai 3 Ruko Broadway PIK, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Pendiri PT. Excel Trade Indonesia ini, memang lebih senang mengendalikan manajemen perusahaan dan urusan sepele lainnya tanpa suara, tapi melalui media internet. Termasuk memantau puluhan karyawan di 8 cabang di luar kota dengan lebih dari 3000 pelanggan setianya.

Setelah drop-out dari bangku kuliah di Fakultas Kedokteran sebuah perguruan tinggi swasta Jakarta selama dua semester, Rudy Salim nekat membuka usaha pembiayaan transaksi jual-beli di dunia maya, tanpa berjumpa dan kenal orang sebelumnya.

“Modal awal bisnis ini dari study dan belajar secara otodidak dan kenekatan, awalnya saya sempat di tentang ibu yang sempat bilang tak mau bertemu saya sebelum sukses," kenang pria kelahiran Jakarta 24 April 1987.

Menurutnya, inspirasi bisnis ini dari hasil perbincangannya dengan teman yang bekerja di salah satu toko elektronik besar berjaringan nasional yang menyediakan pembiayaan untuk pembelian barang elektronik. Dari perbincangan tersebut, saya melihat potensi yang masih sangat besar dari bisnis pembiayaan pembelian barang kredit, terutama di dunia online.

Sempat Kena Tipu
Tapi, bisnis Rudy tak langsung berjalan mulus, pernah berkali-kali ditipu orang, karena survei ia lakukan hanya melalui telepon, berdasarkan aplikasi dan data yang dikirimkan melalui e-mail kepada calon debitor ke kantor dan rumah calon debitor," terangnya.

Benar saja, permintaan pembiayaan kredit barang naik diikuti naiknya permintaan kredit bodong alias penipuan. Pada awal usahanya didirikan, sudah ada 60 aplikasi dalam satu hari yang masuk dari nasabah di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Tapi, di antara aplikasi-aplikasi yang diajukan untuk dibiayai transaksinya kepada perusahaan Rudy, tak sedikit yang bermasalah. "Karena itu, saya selalu cek aplikasi kredit itu sendiri," ujarnya.

Awalnya, kenekatan dalam berbisnis penuh risiko tersebut, banyak dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Beberapa orang sengaja membuat identitas palsu untuk mengibuli Rudy. Bahkan, dia sempat ditipu sindikat pemalsu kartu kredit dan menderita kerugian hingga Rp 15 juta.

Dari berbagai pengalaman menjengkelkan tersebut, Rudy kemudian banyak memperbaiki sistem pengucuran dana perusahaannya. Dia lalu merekrut beberapa orang yang bertugas menyurvei langsung di lapangan. "Kini, sebelum bisa menyetujui kredit nasabah, kami menyurvei secara ketat. Setelah barang ada, orang tersebut menandatangani perjanjian dan difoto bersama barangnya, hasilnya tingkat bad debt menurun dari 3% menjadi 0,8%." jelasnya.

Sejak sistem baru diterapkan, Rudy jarang kena tipu lagi. Bahkan, banyak pelanggan yang merasa puas atas pelayanan yang aman dan nyaman yang diberikan perusahaan Rudy.

Dalam waktu cepat, nama perusahaan Rudy melejit, terutama di berbagai forum jual beli secara online. Tanpa harus mengeluarkan biaya promosi, publikasi atas perusahaan itu cepat menyebar di banyak forum diskusi di dunia maya maupun dari mulut ke mulut yang pernah merasakan kemudahan layanannya.

Begitu banyaknya permintaan klien dari luar kota membuat Rudy kembali memutar otak untuk meraup peluang tersebut. Dia kemudian menggandeng beberapa moderator daerah di forum online untuk menjadi pimpinan cabang.

Karena itu, Rudy lalu membuka cabang di delapan kota di luar Jakarta. "Kecil kemungkinan para moderator bermasalah karena mereka juga menjaga reputasinya di dunia maya. Sebab, mereka juga berjualan di forum tersebut," tegasnya.


[+/-] Selengkapnya...

Senin

Steve Sugita

Jangan Salahkan Tuhan, Ambil Hikmahnya

Luka bakar di sekujur tubuh akibat ledakan gas mobil di tahun 1999, membawa Steve Sugita terpanggil membantu orang-orang yang mengalami luka bakar dengan menciptakan hiperbarik versinya.

Menurutnya, mobil berbahan bakar gas memang solusi tepat guna mengurangi polusi udara di Jakarta yang sudah di ambang batas normal. Tapi ada sisi buruknya, seperti tabung gas yang terdapat di mobil BBG yang saya kendarai. Mobil itu adalah mobil impor yang di negaranya sudah tidak boleh digunakan karena sudah berumur lebih dari 10 tahun.

“Mobil BBG seperti itu tidak aman karena tabung gas yang dipakai bisa saja mengalami kebocoran dan berujung pada ledakan,” jelas Steve.

Steve Sugita tidak akan pernah melupakan kejadian tersebut sepanjang hidupnya. Ia pun mengambil hikmah dari setiap musibah yang sudah terjadi karena itu adalah cara terbaik untuk menjalani hidup ini ke depannya. “Jangan menyalahkan Tuhan bila musibah menimpa kita, tapi ambil hikmahnya,” pesannya.

“Paska kejadian itu, saya melakukan rawat jalan dengan Terapi Hiperbarik selama 2 tahun di 3 rumah sakit berbeda (RSPP, RSI Bintaro dan RS Mintohardjo). Hasilnya, luka bakar di sekujur tubuh saya mengalami kesembuhan. Menariknya, Terapi Hiperbarik ini ternyata bisa menyembuhkan bermacam penyakit,” kata Steve meyakinkan.

Dari situ, ia pun seperti tertantang untuk berbuat sesuatu dan terciptalah Hiperbarik versinya dengan fungsi menakjubkan dan sudah mendapat pengesahan dari Departemen Kesehatan RI. Perakitan Hiperbarik sendiri dipusatkan di Sukabumi, Jawa Barat. “Banyak pasien mengalami kesembuhan penyakit setelah rutin melakukan terapi ini,” terangnya.

Aktif Edukasi Pasien

Dalam kesehariannya, ayah dari Michael dan Anita ini, selalu aktif mengedukasi pasien tentang pentingnya melakukan Terapi Hiperbarik. Padahal, ia tidak mempunyai latar belakang pendidikan pada bidang medis. Profesi aslinya adalah kontraktor proyek.

Steve mempunyai alasan sederhana, tercetusnya ide membuat hiperbarik dilatar belakangi karena peralatan medis yang satu ini sangat manjur untuk penyembuhan berbagai macam penyakit, terutama luka bakar.

“Hiperbarik ciptaan saya bertekanan oksigen murni 14 psi. Tekanan oksigen segitu sudah cukup ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bila masih kurang juga, maka akan saya tambahkan lagi tekanannya,” ungkapnya.

Ia pun melanjutkan, sebagai contoh, organ paru-paru yang terdapat flek, jika dapat suplai oksigen bertekanan 14 psi, maka oksigen akan membantu menyembuhkan flek tersebut. Flek akan mengalir dan dicuci oleh ginjal lalu terbuang lewat air seni. Begitu pula terhadap virus HIV, dengan bantuan hiperbarik, HIV bisa sembuh karena pada prinsipnya virus tidak dapat hidup di oksigen murni.

Suami Martini Sugita ini berharap, terapi hiperbarik seperti ini bisa berada di banyak tempat dan bisa dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat dengan biaya terjangkau. Seperti di China, sudah terdapat 4000 tempat terapi hiperbarik. “Buat saya, ada 100 tempat Terapi Hiperbarik di Indonesia, itu sudah lumayan,” ungkapnya.
Di Oxygeric Center yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk, biaya Terapi Hiperbarik Rp 200 ribu per jamnya untuk 1 orang dan Rp 350 ribu per jam untuk 2 orang, disini juga tersedia paket dengan harga yang relatif lebih murah. Dengan angka segitu, tentu saja biaya berobat akan menjadi lebih murah.

“Biasanya, banyak yang ambil paket 10 kali terapi dan hasilnya sudah terasa. Dengan Terapi Hiperbarik, tentunya biaya pengobatan yang tadinya mahal akan bisa dipangkas menjadi lebih murah. Coba saja bila mengobati penyakit jantung, bisa menghabiskan biaya 60 jutaan. Lain lagi bila harus by-pass, bisa ratusan juta,” tutupnya.

[+/-] Selengkapnya...

Kamis

Candra Wijaya

Transfer Ilmu Bulutangkis

Candra Wijaya—peraih mendali emas bulutangkis Ganda Putra pada Olimpiade 2000, memang pantas dijadikan panutan bagi pebulutangkis muda. Kiprah dan dedikasinya terhadap perbulutangkisan Indonesia tak perlu diragukan lagi.

Bernama lengkap Rafael Candra Wijaya, pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 16 September 1975 ini adalah pebulutangkis ganda yang menorehkan banyak prestasi tingkat nasional maupun internasional.

Pemilik Candra Wijaya International Badminton Club (CWIBC) ini adalah salah seorang pemain ganda putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Ia berhasil merebut berbagai gelar juara dengan banyak pasangan baik di ganda putra maupun ganda campuran. Pemain-pemain yang pernah berpasangan dengannya adalah Ade Sutrisna, Sigit Budiarto, Tony Gunawan, Nova Widianto, Eliza Nathanael dan Jo Vovita.

Pengakuan Candra, visi bermain ganda berbeda dengan single. Kerjasama dan koordinasi antar pemain adalah kunci guna meraih kemenangan. Menurut pelatih ganda yang pernah menangani saya, mereka bilang saya pribadi cepat beradaptasi dengan pasangan ganda baru.

Ketika ditanya kapan mulai eksis di bulutangkis, ia menjawab, mulai serius berlatih bulutangkis sejak berumur 12 tahun di Klub Rajawali. “Namun tak beberapa lama di Rajawali, saya kemudian pindah ke Jakarta dan bergabung dengan Klub Pelita Bakrie sebelum akhirnya pindah ke Klub Jaya Raya,” katanya.
Berangkat dari situ, suami dari Caroline Indriani ini, telah dipercaya untuk memperkuat Tim Piala Thomas sebanyak 7 kali (1998, 2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008) serta Tim Piala Sudirman sebanyak 6 kali (1997, 1999, 2001, 2003, 2005, dan 2007).
“Olimpiade 2000 adalah kenangan terindah dalam karier bulutangkis saya. Bagi para atlit olahraga apapun, meraih medali pada ajang 4 tahunan ini adalah kebanggaan tersendiri. Apalagi mengingat dalam tingkatan event olahraga, Olimpiade berada pada kasta tertinggi,” kenangnya.

Keluarga Pebulutangkis
Candra Wijaya tumbuh dan besar dalam keluarga pemain bulu tangkis. Ayahnya, Hendra Wijaya, adalah mantan pemain bulu tangkis sekaligus pemilik klub bulu tangkis Rajawali di Cirebon. Bahkan, kakaknya, Indra Wijaya, adalah mantan pemain bulu tangkis Indonesia dan pernah memperkuat Tim Piala Thomas Indonesia di 1996 dan 1998. Pun adik saya, Rendra Wijaya dan Sandrawati Wijaya, juga menjadi pemain ulutangkis.

“Bulutangkis it’s my life dan juga sebagai sumber penghidupan bagi saya dan keluarga. Setelah “gantung raket”, segudang pengalaman bermain bulutangkis, saya transfer kepada anak didik di CWIBC,” tegasnya.

Ia pun menambahkan, regenerasi pemain perlu dilakukan untuk melapis pemain lama yang tidak bersinar lagi. Dalam hal ini, kami pihak klub bulutangkis butuh support dari pemerintah. Namun, selama ini pemerintah seperti “setengah hati”. Mereka baru akan memperhatikan kami apabila ada pemain berprestasi. Itu pun mereka tahu dari media surat kabar dan elektronik, tidak cari tahu dari kami.

“Pengamatan saya, Indonesia tidak pernah kehabisan stok pebulutangkis muda berkelas dunia. Sekarang tinggal mengasah talenta mereka menjadi pebulutangkis matang secara teknik dan memiliki mental bertarung. Ada beberapa anak didik saya yang memiliki kriteria tersebut. Nantinya, mereka akan siap bertarung di even bulutangkis level nasional maupun internasional,” katanya optimis.


[+/-] Selengkapnya...

Selasa

drg. Hengki J. Lestono

Peduli Kesehatan Gigi Warga PIK


Drg. Hengki J. Lestono berprofesi sebagai dokter gigi di Perfect Smile Dental Care. Klinik gigi Perfect Smile Dental Care yang ia dirikan setahun silam ini, adalah impiannya setamat dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta.

“Saya bersyukur akhirnya Perfect Smile Dental Care beroperasi juga. Dengan itu, saya bisa membantu pasien yang bermasalah dengan giginya. Tidak selalu materi terus yang saya terima, terpenting saya bisa mengedukasi pasien mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi,” kata Drg. Hengki J. Lestono, tersenyum.

Selain karena keinginan dari orang tua, lanjut Drg Hengki, menjadi dokter gigi memang cita-cita saya sejak kecil. Sebagai seorang dokter gigi, saya senang bisa menolong orang, berinteraksi dengan orang, bertemu berbagai karakter.

Penikmat musik Jazz ini berujar, berprofesi dokter gigi itu santai dan tidak terikat waktu. Saya sendiri orangnya lebih suka menjalani hidup ini apa adanya. Kiat itu saya terapkan dalam bekerja—bekerja sebaiknya dan selalu menikmati hidup dan akan tercipta keseimbangan hidup.

Berlaku juga buat anak saya Reagan (4 tahun) dan Morgan (2 tahun). Mereka saya arahkan sesuai dengan talenta yang mereka miliki. Pastinya, pendidikan tetap nomor satu buat mereka. Terpenting saat berkumpul, saya menekankan pada kualitas waktu, bukan kuantitas,” ujar Drg. Hengki yang juga kuliah lagi di S2 bagian Ortodonti di Universitas gigi terkemuka di Jakarta.

Penyuka pempek Palembang dan siomay ini punya hobi bermain golf. “Saya baru belajar golf mulai 7 bulan yang lalu. Golf buat saya penasaran sekaligus kepuasan yang tidak bisa dinilai dengan uang. Hobi lain saya adalah membaca buku atau browsing internet tentang pengetahuan terbaru seputar gigi dan mulut bahkan seminar di luar negeri pun sering diikutinya., mengingat pengetahuan tentang gigi cepat sekali berkembang.
Ia melihat warga PIK dan sekitarnya sudah aware dengan kondisi terkini pada giginya. Saya selalu mengingatkan pasien via telepon agar jangan lupa melakukan kontrol gigi mereka saat tiba waktunya. Sebagai saran, periksalah gigi Anda minimal 6 bulan sekali.

Suami drg. Liony ini, menjelaskan di sini pasien bisa melihat secara langsung di komputer dengan software yang diakui secara internasional. Dengan begitu, dapat pula diberikan penjelasan dan gambaran mengenai kondisi gigi pra dan paska pengerjaan. Gambaran gigi pra dan paska pengerjaan pun terlihat menarik, bergerak layaknya gambar sungguhan. “Hal tersebut juga cara kami mengedukasi mereka secara tidak langsung,” ungkapnya.

Keberadaan gigi pada mulut kita itu sangat penting. Hal paling mendasar dari fungsi gigi itu adalah untuk mengunyah ketika makan. Jika ada masalah pada gigi, akan mempengaruhi kesehatan umum lainnya. Selain itu, fungsi gigi juga untuk bersosialisasi, dalam artian, ketika kita sedang bicara dan gigi kita bagus, maka kita ada perasaan senang dan percaya diri.

Perfect Smile Dental Care mempunyai slogan “Dental care with good services we’ll give a perfect smile”. Bukan sekedar slogan, Perfect Smile Dental Care juga didukung pelayanan prima, dokter gigi profesional, dilengkapi peralatan modern terkini serta perangkat sterilisasi standard internasional. Maka bagi warga PIK dan sekitarnya yang belum memeriksakan giginya, datanglah ke klinik gigi Perfect Smile Dental Care, dalam rangka “First Anniversary”, Perfect Smile akan memberikan harga khusus, dari tanggal 2 agustus - 2 September 2010, juga dapatkan free check up and consultation.


[+/-] Selengkapnya...

Dr. Rudy Setiadi

Sabar dan Komunikatif

Sosok satu ini memiliki kemampuan yang baik di bidangnya. Berbagai seminar kedokteran pun sering diikutinya. Pengalaman selama 28 tahun dalam bidang kedokteran, menjadikannya figur yang dapat diandalkan di komunitas Pluit dan sekitar.

Tak hanya itu, dokter lulusan Leuven Belgia ini juga pernah mendapat 2 penghargaan sekaligus. Lalu, bagaimana sejarah hidup, sepak terjangnya di dunia kedokteran, dan pokok pemikiran yang dianut?

Lahir dengan nama Rudy Setiadi, sosok ini dikenal sebagai figur dokter yang sabar, tenang, dan selalu memerhatikan keluhan-keluhan pasiennya. Oleh karena itu, banyak orang datang ke klinik miliknya, Beauty Line di Jalan Pluit Sakti Raya No. 89 Jakarta Utara.

Sejak kecil, cita-citanya memang ingin menjadi dokter. Makanya, setelah lulus SMA, ia mendaratkan keinginan melanjutkan pendidikan di universitas dan fokus pada ilmu kedokteran yang dicita-citakan.

Perjalanan dirinya menjadi dokter pun dimulai. Setelah mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran Katholik University, Leuven Belgia selama 6 tahun, ia sempat merasakan menjadi dokter umum dan belajar ilmu perawatan/kecantikan selama 3 tahun. Berselang kemudian, ia pun membuka klinik pertamanya di Jl. Kartini 3, Pasar Baru.

Seiring perubahan jaman, dari Pasar Baru kliniknya berpindah ke Jl. Pangeran Jayakarta, Jakpus . Di sana, kliniknya bertahan selama 6 tahun, lalu pindah lagi ke Apartement Menara Marina. Terakhir, kliniknya tetap bertahan hingga sekarang di Jl. Pluit Sakti Raya.

Sebagai figur suami, Dr. Rudy mempunyai istri seorang spesialis akupuntur kecantikan dan pelangsingan bernama Dra. Lucy Wahyudi. Hal ini dipandang sebagai nilai tambah untuk jenjang kariernya. Kekompakan serta keharmonisan keluarga pun kental terasa karena sang istri setia menemani dan kerja bersama dalam satu klinik. Sehingga lengkap sudah cita-cita yang didambakannya sejak kecil.

Dari hasil pernikahan, Dr. Rudy dikaruniai 3 orang anak yang sekarang sudah beranjak dewasa. Ketiganya kini sedang menyelesaikan pendidikan di luar negeri. Memang ada rasa sepi di dalam keluarga karena anak-anaknya berada di luar negeri, tapi Dr Rudy dan istri tidak pernah menyesal terlalu dalam dan tetap fokus dalam menjalankan profesinya.

Pria kelahiran Tasikmalaya, 16 Januari 1951 ini, memiliki visi dan misi yang jelas di bidangnya, yaitu peduli dan berambisi kuat mengatasi masalah perawatan dan kecantikan wajah serta tubuh. Tak heran, berbagai seminar laser, pelangsingan, manajemen slimming, Live Cell Therapist, serta banyak lagi sering diikutinya.

Dalam menghadapi pasien yang dikatakan “bandel”, Dr Rudy punya jurus jitu yang menarik. “Cara penanganan pasien seperti itu cukup mudah, harus ditangani dengan pikiran dingin dan bersabar,” katanya.

Komunikasi juga menjadi faktor penting untuk memberikan pengetahuan bagi pasien yang masih awam. Setelah itu, barulah diberikan solusi terbaik dalam mengatasi masalahnya. “Jadi, tidak harus dengan sifat yang kasar untuk menjelaskan metode yang ditawarkan klinik ini,” sanggahnya.

Mal Praktek
Mal praktek sering terjadi dalam bidang kedokteran, tidak kecuali dalam bidang kecantikan dan perawatan tubuh. Maraknya mal praktek dapat merubah pandangan masyarakat terhadap keahlian seorang dokter.

Menanggapi hal tersebut, Dr Rudy angkat bicara. Ia menjelaskan, bahwa mal praktek yang sering terjadi adalah karena banyak orang yang mengaku bertitel dokter dan memiliki kemampuan layaknya dokter. Padahal, mempelajari ilmu kedokteran di universitas saja, mereka belum pernah.

Dengan modal tekad dan pengetahuan dasar, mereka berani membuka klinik. Hasilnya, pasien bukannya lebih baik, tapi justru sebaliknya.

Penggunaan kosmetik di luar prosedur dan pengawasan dokter merupakan salah satu penyebab timbulnya mal praktek pada bidang perawatan dan kecantikan. Sama saja dengan pemberian dosis obat yang tepat pada pasien Diabetes. Antara yang sudah parah dengan yang ringan, sudah pasti berbeda takaran obatnya.

“Untuk itu, saya menghimbau agar masyarakat lebih jeli dan kritis dalam memilih klinik perawatan dan kecantikan yang baik,” ujar Dr Rudy.
Ada beberapa tips yang diberikan Dr Rudy untuk Anda yang ingin merawat wajah dan tubuh di klinik perawatan kecantikan. Pertama, dari segi legalitas klinik (artinya, kegiatan yang dilakukan harus langsung di bawah pengawasan dokter berpengalaman).
Kedua, dari segi produk yang ditawarkan (apakah mempunyai efek samping bagi pasien). Ketiga, carilah klinik yang mempunyai teknologi dan alat modern, yang sesuai dengan kebutuhan, dan nyaman bagi Anda. Keempat, kebersihan dan kenyamanan fasilitas atau sarana penunjang klinik.

Modernisasi Ilmu Kedokteran

Dahulu, sebelum teknologi kedokteran modern masuk ke Indonesia, menurut para pasien yang pernah merasakan perawatan kecantikan jaman dahulu, memang ada kendala dan beresiko. Perlahan tapi pasti, teknologi kedokteran pun mulai berubah. Meski berdampak negatif pada sistem tradisional, tapi teknologi kedokteran modern juga melahirkan dampak positif. Terutama dari manfaat dan penggunaan yang efisien/efektif, cepat, dan aman. Bahkan untuk pasien, sangatlah membantu, praktis, dan memuaskan.

Sejalan perkembangan teknologi dunia kedokteran modern, klinik skin care milik Dr. Rudy Setiadi pun telah menggunakan SkinStation dengan teknologi LHE (Light Heat Energy). Teknologi ini aman, cepat, efektif, dan lembut untuk kulit.

Manfaat yang diperoleh di antaranya, meremajakan kulit (Skin Rejuvenation) akibat proses penuaan dan terkena sinar matahari, menghilangkan jerawat (Acne Clearence) dalam waktu 4 minggu (8 kali perawatan), serta dapat menghilangkan bulu-bulu ketiak (Hair Removal) kaki dan lengan serta bulu-bulu yang tidak diinginkan.

Ada pula teknologi Diamond Mikrodermabrasi Medical yang aman untuk kulit. Teknologi ini adalah pilihan holistik untuk perawatan kulit modern. Menawarkan cara halus dan efektif untuk peeling dan hanya bekerja pada lapisan kulit paling atas (epiderma).

Sebenarnya, ini adalah perawatan kulit kuno yang sudah diadaptasi, dimodernisasi, dan dipermudah dengan sistem Diamond Dermabrasion Medical. Kemudian, bagi Anda wanita/pria yang ingin menghilangkan tato di tubuh, ada juga alat canggih berteknologi laser yang tentunya aman, cepat, dan praktis. Lainnya, Dr. Rudy pun menawarkan formula Botox atau protein alamiah yang bagus untuk menghaluskan dan meremajakan kulit akibat kerutan.


[+/-] Selengkapnya...

Rabu

Anthony Unin

Kembalinya Sang Maestro
Perjalanan kariernya dimulai dari sebuah karya kanvas. Darah seni sang ayah mengalir begitu kental di tubuh Anthony Unin. Tak ayal karya-karya seni begitu mudah diperolehnya hingga membentuk lukisan layak jual dan membawanya menjadi seorang fashion designer terkenal.

Bosan berputar dengan tinta dan kanvas, pada tahun 80-an Anthony memutuskan alih profesi menjadi hair stylish. Profesi ini ia pelajari secara otodidak.


Berkat ketekunan dan darah seni yang dimiliki, lagi-lagi ia berhasil menggeluti dunia ini. Kesuksesan yang diraih tak hanya berupa materi namun juga penghargaan sebagai peraih juara umum se-Indonesia dan Asia dalam kategori gunting rambut.

Keberhasilan yang ia raih, tak membuatnya besar hati dan berhenti berkarya. Hal ini ia buktikan dengan terus berkarya.

Sebelumnya, ayah dua orang putra ini pernah pula menggeluti dunia kecantikan make up yang juga dipelajarinya secara otodidak. Hasilnya benar-benar memuaskan, tahun 1985 Anthony keluar menjadi juara umum lomba make up sedunia yang diadakan di Finlandia.

Kemudian setelah lama vakum dalam dunia tata rias wajah, anak ke empat dari enam bersaudara ini memberanikan diri terjun ke dunia fashion designer. Modalnya hanya mengandalkan tekad dan bakat seni yang ia miliki sedari kecil.

Tepat tahun 1990, awal kariernya di dunia fashion designer dimulai dengan fokus pada gaun wanita. Keahliannya melukis dan tekad yang kuat, kembali membawanya ke dalam kesuksesan.

Penghargaan demi penghargaan mampu ia persembahkan untuk dirinya dan keluarga, seperti terpilih sebagai Indonesia Top Bridal Designer dan Asean Exclusive Hair Dresses & Beautician Award pada tahun 1992 serta belasan penghargaan lainnya.

Kesuksesan yang diraih lahir dari karya yang tak hanya indah, namun memiliki nilai seni tinggi, berbeda, dan tentunya sesuai keinginan kostumer. Karena itulah banyak kostumer yang percaya membuat gaun atau tata rias wajah dan rambut kepadanya.

Dan karena kepercayaan itulah, Anthony Unin memiliki motivasi untuk terus membuat rancangan indah di atas kain. Sampai-sampai, karyanya digunakan banyak orang dari kalangan selebritis, pejabat, dan masyarakat umum.

Ciri khas rancangan Anthony Unin terletak pada penataan mutiara, payet, dan kristal yang disusun sedemikian rapih dan teliti.

Sejauh ini proses pendesainan ia lakukan sendiri, mulai dari pengukuran, pengepasan, finishing dan lain sebagainya. Begitu pun dengan make up dan tata rias rambut.
Di samping itu, karena keahliannya, Anthony sering kali diundang menjadi pembicara dalam seminar tata rias pengantin di dalam maupun luar negeri.



[+/-] Selengkapnya...