Seperti Pitung Sungguhan
Kemunculan Randy Martin Pitono juara Idola Cilik Seleb Show pada acara performance murid-murid Sanggar Nyanyi Karunia Bersama Lucky (KBL) di Mall Matahari Daan Mogot Baru, Minggu (12/12) lalu, sontak mencuri perhatian pengunjung mall.
Ceria, ramah, sopan, selalu menebar senyum dan bersuara merdu, itulah sedikit gambaran remaja kelahiran Surabaya 18 November 1998 ini.
Akrab disapa Randy remaja berdarah Madura-Manado ini didaulat Om Lucky (instruktur senior KBL) untuk menyanyikan sebuah lagu berirama country dan setelah itu ia pun sempat unjuk kebolehan dengan membawakan tarian seperti dalam lagu Black or White yang dipopulerkan oleh Michael Jakson. Ia terlihat piawai dalam membawakan tarian tersebut dan pengunjung seisi mall dibuatnya terhibur.
Saat diwawancarai AdInfo, Randy ketika berinteraksi, sikapnya sangat ramah dan tegas seakan menunjukkan profesionalismenya sebagai seorang artis. Gaya bertuturnya terlihat menghargai lawan bicaranya.
“Michael Jakson memang salah satu idola saya dan Black or White, Billie Jean, Thriller termasuk lagu favorit saya. Makanya saya hafal betul lirik lagu dan gaya khas tarian “Si Raja Pop” tersebut. Satu yang pasti saya berterimakasih kepada Om Lucky yang membimbing saya dalam berlatih olah vokal di KBL,” ungkap Randy.
Putra pasangan Ike Setiawan dan Stepanus Pitono, keduanya asli Sumenep, Madura ini, boleh dibilang remaja dengan multitalenta, selain jago akting, yang tentunya sudah tidak diragukan lagi, Randy juga memiliki talenta-talenta lainnya. Mulai dari nyanyi, jago wushu, presenter dan juga sebagai bintang iklan banyak produk.
Beberapa iklan yang dibintanginya masih wara-wiri di TV, di antaranya: Aqua, Minyak Kayu Putih Konicare, Gery Bismart, Pop Mie, Pepsodent, Aqua, Bank Niaga, Dettol, Biscuit Dueto, dan sebagainya. Menurut Ika Setiawan, sang mama, sedikitnya ada 78 iklan yang pernah dibintangi oleh Randy.
Kemampuannya dalam berakting membuat Randy sangat terkenal. Khususnya, bagi para produser, baik sinetron, film maupun iklan. Sudah tak terhitung lagi judul sinetron yang dibintanginya, yakni sinetron KKN (Kecil-Kecil Ngobjek) tayang medio 2006 di RCTI, Pitung The Master (TPI), Si Ufo (2008), FTV, Get Married The Serries (2010), FTV, dan masih banyak lagi.
Khususnya sinetron berjudul Si Ufo (ended) dan Pitung The Master. Pada dua sinetron tersebut, Randy kebagian memerankan peran utama. Pada sinetron Pitung The Master di TPI, Aksinya sebagai Toing alias Pitung menunjukkan kualitas akting yang dimiikinya.
Lebih-lebih di sinetron Pitung The Master, sosoknya sangat mendominasi di semua scene yang ada. Kostum andalannya adalah busana ala Si Pitung dari Betawi. Sebuah kostum dengan kopiah dan sarung melingkar dari pundak ke dada.
Ketika ditanya soal penampilannya di sinetron Pitung The Master, Randy terlihat serius menjawab. “Dalam Pitung The Master itu saya berperan sebagai Toing yang tak lain adalah titisan Pitung. Perannya memang banyak peran laga,” ujarnya.
Menurut Randy, multitalenta yang saya miliki anugerah dari Tuhan dan tak terlepas dari peran mamanya. Di Madura, mama pernah menyabet gelar sebagai Cebbing Madura pada 1992. Sejumlah kegiatan modeling pernah diikutinya. Mungkin darah seni ini memang mengalir dari Mama.
Kakeknya Edi Setiawan budayawan yang juga fotografer handal yang terkenal kritis, seperti tak puas jika hanya melihat cucunya berakting di layar kaca. Kemarin, Edi Setiawan menyuruh Randy untuk berakting seperti Pitung. Mungkin karena saking lekatnya sosok Pitung, Randy seperti Pitung sungguhan. Terutama, ketika dia memeragakan kuda-kuda dalam bela diri.
“Kalau bela diri, memang sungguhan. Sebelum mulai shooting, saya memang belajar bela diri,” katanya sambil tertawa mengingat itu.
Selain berprestasi di dunia seni peran, Randy juga sangat mementingkan pendidikan. Dia berhasil menyabet gelar juara di kelasnya meski kegiatan di luar sekolah lumayan membuatnya kewalahan. Namun berkat do’a dan usaha kerasnya, pendidikan dan karir Randy bisa berjalan dengan baik.
Sabtu
Randy Martin Pitono
Diposting oleh
majalah AdInfo PLUIT-CENGKARENG
di
10.43
0
komentar
Label: Infotainment
Senin
Azis ‘Gagap’
Pernah dibayar 25 Ribu
Siapa tak kenal Azis ‘Gagap’, rambut depan jambul tipis warna putih-keemasan, bergaya lugu saat tampil di Opera van Java dengan aksen suara gagap. Trademark tersebut memang menjadi nilai jualnya di jagad infotainmen Indonesia.
Azis memang lahir untuk menjadi lelaki penghibur di layar kaca. Banyolan serta celetukannya renyah mengundang tawa. Sosoknya juga sangat menjual bila sudah di atas panggung padahal Azis belum sedikitpun beraksi. Kepolosan wajah, yang kadang terlihat dungu, menjadi ciri khas seorang Azis.
Pria bernama asli Muhammad Aziz ini aslinya sebenarnya lelaki tidak banyak bicara. Namun apabila sudah bicara amat sulit berbicara serius dengan sosok pria bersahaja ini, walau terhadap orang yang baru ia kenal. “Saya memang begitu orangnya, tapi kalau sudah kenal baru kelihatan aslinya, suka bercanda,” kata Azis, tertawa saat ditemui AdInfo di Pluit Village beberapa waktu lalu.
Host di acara Beauty & Aziz ini terlihat santai dengan mengenakan stelan sweeter warna merah, celana cargo setengah tiang dengan hand-bag menggantung di badan sedang memegang kantong belanja. “Ini kantong belanja isinya kostum buat tampil malam ini di salah satu stasiun televisi swasta. Kostum saya minta buatkan di tukang jahit langganan,” ungkapnya.
Tanya AdInfo, memang sering ke mall? Pria kelahiran 21 Desember 1973 ini menjawab, tidak sering seh cuma pas ada waktu senggang saja saya mampir ke sini, biasanya sama ketiga anak dan isteri saya. Kebutuhan yang dibeli masih seputar baju, celana dan belanja kebutuhan bulanan. Taulah, karena sebagian banyak waktu saya sudah tersita untuk job di beberapa stasiun televisi. Opera Van Java salah satunya, disinilah nama saya dikenal masyarakat luas,” kata Azis, tersenyum.
Karier Berliku
Azis memang bukan pelawak karbitan yang lahir melalui kontes-kontesan. Perjalanan karirnya terbilang tidak mudah karena diawal-awal karirnya, ia pernah menerima bayaran melawak sebesar Rp 25 ribu. Mendapatkan bayaran yang dirasa tidak mencukupi hidupnya, ia juga pernah mencoba berkarir dengan bekerja di sebuah kontraktor bangunan.
Pertama kali terjun di dunia komedian, ia merasakan kesulitan karena tidak bisa melawak. Dan Azis mengaku banyak belajar ngelawak dari teman-temannya, walaupun mendapatkan bayaran sebesar Rp. 25 ribu saja, Azis tetap mensyukurinya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Sebagai orang yang memiliki rasa syukur dengan rejeki yang diterimanya, ia mengaku merasa cukup dan kalau dikatakan tidak memang tidak cukup. Minimal bisa mencukupi kehidupannya bersama keluarganya,“ Ya dibilang cukup, cukup, dibilang tidak ya tidak,” tegas Aziz.
Pernah ia mencoba jalan lain untuk mendapatkan rejeki lebih untuk menghidupi keluarganya dengan bekerja di sebuah kontraktor bangunan. Namun karena merasa memiliki jiwanya berada di komedian akhirnya ia meninggalkan perusahaan kontraktor bangunan itu dan kembali menjadi komedian.
“Sempat jadi kontraktor. Tapi karena jiwa saya di komedian, kontraktor saya tinggalkan. Alhamdulillah tiap tahun ada peningkatan,” ungkapnya.
Dan ternyata jalan menuju rejeki yang lebih besar itu tidak selamanya tertutup baginya dan keluarganya ini. Ia mendapatkan masukan dari seorang penulis untuk memerankan seorang komedian yang gagap. “Itu ada seorang penulis yang menyuruh saya untuk berperan gagap. Ya Alhamdulillah bisa terlaksana sampai sekarang,” tutupnya.
Diposting oleh
majalah AdInfo PLUIT-CENGKARENG
di
10.26
0
komentar
Label: Infotainment
Rabu
Yossi Project Pop
Boyong Keluarga Ke Waterbom Jakarta
Jalan-jalan bersama orang tersayang ke tempat rekreasi jelas menyenangkan, apalagi gratis. Hal ini lah yang dilakukan Yossi saat manggung di Waterbom Jakarta.
Sadar akan kesibukkan yang sangat menyita waktu hingga jarang sekali berkumpul dan bersenang-senang dengan keluarga kecilnya, membuat pentolan Project Pop, Yossi, menggunakan kesempatan untuk dua tujuan sekaligus, cari uang dan bersenang dengan keluarga.
Ditemui saat grand opening Waterbom Jakarta, cowok berkulit putih ini tak datang sendiri, tapi dengan group band dan keluarga kecilnya.
“Mumpung ada kesempatan, jadi gue gunain benar-benar. Maklum kesibukan gue ngga nentu. Susah cari waktu buat boyong keluarga kecil ke tempat wisata,” kata Yossi.
Untung saja, tambahnya, ada kesempatan manggung di Waterbom Jakarta yang punya puluhan permainan air. Jadi gue bisa ngerasain liburan bersama keluarga gue yang kebetulan suka dengan permainan air.
Agar liburan berjalan lancar tanpa gangguan apapun, Yossi menyempatkan diri datang lebih awal dari jadwal yang ditetapkan. Dengan persiapan ini, Yossi benar-benar merasa bahagia karena bisa bermain air sepuasnya dengan si buah hati dan istri tanpa di buru-buru jadwal manggung.
“Manggung kali ini benar-benar penuh persiapan. Dari baju panggung sampai baju renang. Tak hanya itu, gue juga nyiapin waktu dengan datang lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Biar bisa main sepuasnya dengan keluarga tanpa harus ganggu jam kerja yang sudah dijadwalkan,” kata Yossi.
Setidaknya dengan persiapan ini, tambahnya, liburan bisa berjalan dengan baik, begitupun dengan kerjaan. Gue berharap bisa tampil maksimal malam ini, meski seharian sibuk bermain air.
Diposting oleh
majalah AdInfo PLUIT-CENGKARENG
di
15.03
0
komentar
Label: Infotainment
Sabtu
Delia Ecouteez
Senang Nyanyi dan Bisnis
Wanita berparas cantik ini ternyata memiliki hobi lain di luar nyanyi, yaitu bisnis pakaian. Kesenangannya dalam dunia bisnis dibuktikan dengan membuka butik di daerah Serpong Tangerang.
Menjalankan pekerjaan karena hobi ternyata sangat menyenangkan. Hal tersebut diungkapkan vokalis band pendatang baru, Ecouteez, Delia. Selain sibuk di dunia tarik suara, ternyata ia juga punya segudang kegiatan lain yang tak kalah menguntungkan, yaitu berbisnis pakaian jadi bersama ibunya.
Lewat butik yang berada di salah satu pusat perbelanjaan, Delia mengekspresikan hobi bisnisnya. Adapun pakaian yang dijual, tak jauh-jauh dari pakaian remaja, baik baju-aksesoris-sepatu ,dan pakaian untuk wanita dewasa. Produk tersebut dimpor langsung dari Bangkok, Malaysia, dan China.
Meski kesibukan di dunia hiburan sangat menyita waktu, ternyata ia tetap konsen di bisnis pakaian dengan sering datang ke butik sewaktu-waktu atau berburu pakaian di negara tetangga.
“Sejauh ini aku sangat menikmati hobiku di dunia tarik suara maupun bisnis. Karena itulah, di sela-sela kesibukanku menyanyi, aku selalu meluangkan waktu menemani mama ke butik atau bantu berburu pakaian,” tutur Delia.
Walaupun cape, lanjutnya, aku tetap senang jalani kegiatan ini. Selain karena hobi ternyata dunia ini sangat menarik dan menguntungkan. Jadi, selagi ada waktu dan kesempatan, aku ingin tetap konsen di sini.
“Lagi pula tidak semua orang diberi kesempatan mengekpresikan hobi mereka dalam dunia yang sesungguhnya. Selagi ada kesempatan, sebaiknya dimanfaatkan secara maksimal,”ungkapnya.
Selain sering meluangkan waktu bersama mama di butik, ternyata vokalis Ecouteez ini juga tidak segan-segan mengikuti pameran maupun bazar di mal-mal, seperti yang baru-baru ini ia lakukan di Mal Taman Palem.
“Aku sering mengikuti bazar seperti ini. Tujuannya selain untuk berjualan, buat seru-seruan aja. Kebetulan juga aku senang ketemu orang, jadi yah di sempet-sempetin ke sini deh, walau baru saja pulang dari Bali,”katanya.
Bicara masalah hobi, ternyata hobi bisnis Delia datang dari sang mama. Karena itulah, mereka memilih bisnis butik bersama. Delia berperan sebagai purchasing sedang sang mama bertindak sebagai pengelola.
Diposting oleh
majalah AdInfo PLUIT-CENGKARENG
di
13.15
0
komentar
Label: Infotainment