Pemakaman Mewah Harga 1 Milyar
Plato (427SM - 347SM) mengatakan: Tidak ada sesuatu yang lebih pasti di dunia ini daripada kematian dan tidak ada yang lebih tidak pasti di dunia ini daripada waktu kematian.
Survey menunjukkan hampir semua pasangan suami istri tidak pernah mendiskusikan masalah kematian dalam level yang personal. Survey yang sama menunjukkan sangat sering terjadi penyesalan terhadap keputusan-keputusan yang diambil dimasa berduka cita. Fakta yang sungguh mengejutkan.
Selain karena ketakutan berlebihan, sebagian orang tidak melakukan persiapan dini karena menduga hanya akan menghabiskan uang, dan orang tidak bersedia menggunakan uangnya untuk sesuatu yang tidak berhubungan kehidupan.
Sering kita mendengar ungkapan sinis "Dibakar saja, biar tidak merepotkan orang" atau yang lebih ekstrim "Dibuang kesemak-semak juga tidak apa-apa, sudah mati ini." Apakah itu ungkapan jujur dari lubuk hati, atau justru ungkapan kekhawatiran yang tersembunyi.
Orang mempersiapkan perayaan ulang tahunnya sendiri atau ulang tahun orang yang dicintainya, atau bersama merencanakan bagaimana menghabiskan liburan hampir setiap tahun. Tapi tidak memiliki persiapan menghadapi perjalanan terakhir yang paling penting dalam kehidupan. Bagaimana mungkin tidak terbersit kekhawatiran? Hanya saja mungkin terlalu personal untuk diungkapkan. Renungkan lebih mendalam, diskusikan dengan orang-orang tersayang.
Bisnis orang mati kini menjadi alternatif bagi pemilik modal yang mengerti dan ingin memanjakan keluarga terkasih. Kalau biasanya pemakaman hanya berharga ratusan ribu, tetapi kini ada yang mencapai Rp 1 milyar.
Tengok saja pemakaman Taman Kenangan Lestari di bilangan Karawang Barat yang menyediakan 32 hektar lebih areal pemakaman. Letaknya di kawasan perbukitan dan dibangun mirip kawasan real estate, malahan seperti objek wisata.
“Oleh karena itu, jika Anda berminat melakukan persiapan dini tempat peristirahatan terakhir Anda maka pilihannya adalah Taman Kenangan Lestari,” kata District Service Director PT.Alam Hijau Lestari, Michael Winata.
Taman Kenangan Lestari—pemakaman mewah berlokasi di Karawang ini mulai dipasarkan Agustus 2003. Selain menyediakan lahan dengan penataan yang asri, lokasi pekuburan ini juga mempunyai berbagai macam pilihan kavling dengan Feng Shui yang ideal.
Antara lain makam tunggal, ganda, keluarga, VIP dan Royal Zone berikut upacara perkabungan yang sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing seperti Tao, Budha, Kristen Protestan atau Katholik.
Khusus untuk jenis makam tunggal dan ganda dapat diperoleh dengan harga yang relatif terjangkau. Desain batu nisan dapat dipilih sesuai dengan keinginan, namun semuanya sudah diselaraskan dengan konsep yang moderen.
Pada zona Kristiani nuansa Kristiani nya bergitu terasa dengan terciptanya suasana hening dan damai. Hal ini tidak lepas dari pengaruh serta dukungan desainer Taman Kenangan Lestari yang profesional.
Indah dan asri
Taman Kenangan Lestari berlokasi di daerah yang suasananya begitu indah, asri dan alami. Bagi pejalan kaki, disediakan pula sarana jalan setapak menuju makam yang dibuat dari batu berkualitas. Jalan setapak ini akan menghubungkan seluruh wilayah atau lokasi di taman makam ini.
Dalam area Taman Kenangan Lestari terdapat air terjun beserta kolam dengan aliran air yang indah, dimana dapat menciptakan suasana nyaman dan damai.
Pun desain landscape di setiap sudut lokasi makam berbeda, disesuaikan dengan Feng-Shui yang ideal. Sementara itu lokasinya strategis, hanya 2 Km dari pintu tol Karawang Barat, 45 menit dari Jakarta.
Menurut Michaelwinata, Anda semestinya membeli properti pemakaman langsung dari pihak pengelola pemakaman. Jika tidak, Anda akan membayar lebih dari yang seharusnya.
“Kami memahami benar tradisi kuat dan nilai-nilai masyarakat Chinese dalam pemakaman, baik dari agama Khong Hu Cu, Budha, Katolik maupun Protestan. Pun kepemilikan dan biaya pemeliharaan sekali bayar untuk selamanya, termasuk di dalamnya biaya keamanan, kebersihan dan rawat tanaman, sehingga tidak merepotkan anak cucu untuk melakukan pembayaran rutin di kemudian hari,” promonya.
Taman Kenangan Lestari, di bawah Manajemen NV Multi Corporation Berhad yang telah berpengalaman 20 tahun dan kini mengelola Taman Pemakaman di Semenyih (terluas di dunia 600 hektar), Johor Bahru, Kulai, Segamat, Kuching, Kota Kinibalu, Sibu, Jakarta, Singapore, Shah Alam, Cambodia. Member ICCFA (International Cemetary Cremation and Funeral Association), dan telah meraih ISO 9001:2008.
“Sekarang ini kami juga menyediakan tempat penitipan guci abu untuk Buddist yang terbaik di Indonesia,” ujar Michael.
Mengapa persiapan dini diperlukan saat ini?
Beberapa alasan mengapa persiapan dini tempat peristirahatan terakhir diperlukan saat ini, yaitu untuk melindungi orang yang dicintai, pasangan suami istri atau keluarga dapat mengambil keputusan bersama-sama untuk tetap bersama tidak terpisah-pisah, memutuskan dengan lebih rasional karena masih memiliki pilihan dan waktu, penghematan dari inflasi dan harga 2 kali lipat setiap 5-7 tahun.
Di dalam kehidupan begitu banyak hal telah kita putuskan mulai dari karir, bisnis, keluarga, rumah tinggal dll. Sehingga alangkah baik kalau tempat terakhir kita beristirahat juga kita yang tentukan.
Sabtu
Taman Kenangan Lestari
Diposting oleh
majalah AdInfo PLUIT-CENGKARENG
di
10.22
0
komentar
Label: Ekbis
CV. Anugerah Karya Mandiri
Spesialis Ekterior dan Interior Ambulance
Eksterior dan interior mobil ambulance juga bisa didesain berbeda dengan mobil ambulance umumnya yang sering kita lihat di jalan. Namun, tetap harus memiliki fungsi sebenarnya sebagai kendaraan darurat untuk mengobati pasien sebelum tiba di rumah sakit.
Ambulance adalah kendaraan yang dirancang khusus untuk mengangkut orang sakit atau terluka untuk mendapatkan fasilitas medis. Kebanyakan ambulance adalah kendaraan bermotor, meskipun helikopter, pesawat terbang, dan perahu juga digunakan.
Dilihat dari kegunaannya, ambulance digunakan untuk pertolongan gawat darurat pra rumah sakit, pengangkutan penderita gawat darurat yang sudah stabil dari lokasi kejadian ke tempat tindakan definitive/ rumah sakit dan sebagai kendaraan transportasi rujukan.
Penuturan Owner CV. Anugerah Karya Mandiri, Yakobus, ambulance harus memiliki persyaratan teknis, yaitu kendaraan roda empat atau lebih dengan peredam getaran dan memiliki sirene.
Begitu juga dengan peralatan medis lain seperti Roll in Cot Stretcher, Scoop stretcher, Emergency stretcher, Emergency Complete, Head Imobilizer, Long Spinal Board, Neck Collar, Air Splint Kit, Fracture Kit, Extrication Divice, Wall Aneroid Tensimeter, CPR Board, Manual Resuscitator, CPR Mask poket masker, LSP Portable Resuscitator, BLS (basic life support), Emergency Kit, Transport Ventilator, Suction Pump Manual, First Aid/P3K, dan Radio Rig.
CV. Anugerah Karya Mandiri adalah spesialis pengerjaan eksterior dan interior ambulance, servis, rental, maintenance dan jual-beli mobil ambulance. Beroperasi sejak 2004 silam, CV. Anugerah Karya Mandiri rutin mengerjakan eksterior dan interior ambulance dari rumah sakit di Indonesia, di antaranya: RS. Charitas Palembang, RS. Panti Rapih Yogjakarta, St. Carolus Jakarta, RS. Siloam Karawaci, RSPP, RS. Eka Hospital, RS Islam Jakarta, Medic One, Cevron, Mediros, RS. Agung Pasar Minggu, RS Mitra, dan masih banyak lagi.
“Pesanan pengerjaan eksterior dan interior mobil ambulance dari pihak rumah sakit pada prakteknya satu sama lain mempunyai kemiripan desain interior. Terpenting harus tersedia peralatan standar medis yang berada di dalam mobil ambulance. Seperti, lampu, stecher, oksigen, bangku perawat dan dokter dan gantungan infus,” ungkap Yakobus.
Asal cukup bujet, lanjutnya, konsumen pun bisa meminta desain eksterior dan interior khusus yang berbeda dengan mobil ambulance umumnya. Seperti halnya RS Siloam dan RS Pondok Indah yang meminta desain eksterior dan interior khusus sekaligus berbagai peralatan medis yang terbilang lengkap.
VW Caravlle, KIA Pregio, Daihatsu Luxio, Daihatsu Grand Max, Isuzu ELF, KIA Travello, Ford Ranger, Suzuki APV dan Isuzu NKR 55 adalah jenis minibus yang selalu dijadikan ambulance.
CV. Anugerah Karya Mandiri menawarkan 4 macam pilihan interior ambulance yang terbagi dalam Super Deluxe, Deluxe, dan Standard. Bicara biayanya, untuk VW Rp 60 juta, KIA Rp 50 juta, APV Rp 35 juta, dan ambulance biasa 20 juta.
“Untuk kenyamanan maksimal dalam transportasi darurat atau emergency transport, KIA Pregio Ambulance dapat menjawab semua ekspektasi ini. Pregio Ambulance banyak digunakan oleh rumah sakit besar begengsi, perusahaan-perusahaan besar, dan Departemen Kesehatan. Pregio Sangat nyaman karena menggunakan body monocoque tanpa chasis (CBU) dan dilengkapi dengan per keong pada keempat rodanya,” ungkapnya.
Begitupun dengan spesifikasi Ambulance APV type deluxe, seperti ambulance-ambulance type deluxe yang lain. Mobil Ambulance Suzuki APV banyak digunakan oleh klinik-klinik kesehatan, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), yayasan-yayasan, dan beberapa perusahaan menengah. Karena pertimbangan harga terjangkau mulai dari Rp 35 juta, maka Suzuki APV Ambulance menjadi alternatif ambulance yang sangat terjangkau.
Diposting oleh
majalah AdInfo PLUIT-CENGKARENG
di
10.16
0
komentar
Label: Ekbis
Senin
PT.Excel Trade Indonesia
Pembiayaan kredit untuk transaksi online lewat dunia maya akan menjadi tren di masa mendatang. PT. Excel Trade Indonesia adalah contoh perusahaan pembiayaan kredit yang sukses dalam bisnis penuh resiko ini. Omzetnya lebih dari Rp 1,3 milyar sebulan.
PT Excel Trade Indonesia berdiri sejak tahun 2006 dengan bidang usaha awal adalah general trading dan pembiayaan. Mulai tahun 2009, PT Excel Trade Indonesia merampingkan usahanya dengan hanya fokus pada usaha pembiayaan, baik pembiayaan peralatan telekomunikasi (hand phone, smart phone ), elektronik, home appliance, dan sebagainya dengan suku bunga bersaing.
Dengan memfokuskan diri pada bidang usaha yang berkembang dengan pesat, menjadikan kinerja perusahaan mengalami pertumbuhan yang signifikan dan diperhitungkan menjadi pemain lokal dengan performance menjanjikan. Perusahaan pembiayaan skala kecil ini, mampu memberikan warna dan nilai plus tersendiri pada pasar pembiayaan di Indonesia. Road to Market yang digunakan adalah melalui fasilitas online internet, di mana sekarang sedang booming internet marketing di berbagai bidang.
“Kami di Excel Trade awalnya hanya mengandalkan website dan thread atau lapak di www.kaskus.us dengan tampilan sederhana berupa tawaran kredit kepada siapa saja yang bertransaksi jual beli via online,” ungkap pendiri sekaligus Direktur Utama PT.Excel Trade Indonesia, Rudy Salim.
Dalam waktu cepat, nama PT. Excel Trade Indonesia melejit, terutama di berbagai forum jual beli secara online. Tanpa harus mengeluarkan biaya promosi dan publikasi, perusahaan ini cepat menyebar di banyak forum diskusi di dunia maya maupun dari mulut ke mulut yang pernah merasakan kemudahan layanannya.
Visi kami, menurut Rudy, menjadikan setiap konsumen mampu memiliki peralatan/barang dengan perantara pembiayaan melalui PT Excel Trade Indonesia. Sedang misinya, menjadi partner pembiayaan yang terpercaya untuk semua orang/konsumen Indonesia dengan motto ‘YOUR EXCELLENT TRADE PARTNER’.
“Nasabah tinggal tentukan produk dan toko yang diinginkan, selanjutnya kami akan membantu mereka memberikan cicilan ringan untuk produk yang dibutuhkan di toko yang telah dipilih,” tegasnya.
Ia pun menambahkan, proses permohonan kredit dari nasabah untuk mendapatkan pengucuran kredit sama seperti yang dilakukan perusahaan pembiayaan kredit umumnya. Sebelumnya, isi form aplikasi dan masukan data untuk mendapatkan simulasi cicilan.
Setelah pembiayaan kredit untuk nasabah kami setujui, lalu kami menyurvei rumah dan kantor nasabah secara bersamaan dan prosesnya cepat selesai dalam tempo 24 jam.
Kini PT.Excel Trade Indonesia juga mengembangkan usahanya dengan mulai membiayai permintaan kredit dari para debitor di bawah usia 17 tahun dengan jaminan orang tuanya.
Dari sekian banyak pembiayaan yang belum atau telah dilakukan adalah untuk membeli alat telekomunikasi. Maklum saja, saat ini, smartphone atau gadget lainnya sedang marak, apalagi masyarakat di Indonesia sangat antusias untuk memiliki produk-produk tersebut.
“Menariknya, sekitar 85 persen permintaan pembiayaan kredit yang diajukan kepada dirinya, belakangan ini, adalah untuk pembelian BlackBerry dan handphone," ungkap Rudy.
Ekspansi
Melihat prospek usaha yang cukup menjanjikan, investasi pada brand PT.Excel Trade Indonesia juga terus dilakukan. Dimulai dengan pembangunan awareness hingga ke penciptaan brand loyalty kepada konsumen. Sehingga dalam periode 3 tahun ke depan, PT. Excel Trade Indonesia mampu menjadi brand kebanggaan konsumen di dalam pemuasan kebutuhan financial mereka.
Menurut Rudy, Excel Trade mengharapkan momentum pertumbuhan positif akan terus terjadi pada lima tahun mendatang, investasi dari investor akan mengalir dengan deras, brand building berjalan sesuai dengan karakter dan komitmen perusahaan, unit pembiayaan akan melebar ke bidang mikro lainnya, serta mampu berekspansi ke area lain di kota - kota besar di seluruh Indonesia.
Ekspansi usaha dilakukan karena begitu banyaknya permintaan nasabah dari luar kota. Sehingga membuat pengelola PT. Excel Trade Indonesia kembali memutar otak untuk meraup peluang tersebut. Tidak membutuhkan waktu lama untuk ekspansi usaha. Selain memiliki 1 kantor pusat di Ruko Metrobroadway PIK Jakarta, sekarang ini, PT. Excel Trade sudah membuka 7 cabangnya di luar Jabotabek. Di antaranya berlokasi di Bandung, Lampung, Semarang, Surabaya, Makasar, Bali dan Yogyakarta.
Diposting oleh
majalah AdInfo PLUIT-CENGKARENG
di
10.23
0
komentar
Label: Ekbis
Kamis
Berapa Nilai Merek Toko Anda ?
“Merek” (brand) menurut definisi ensiklopedia bebas Wikipedia adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk/jasa dan menimbulkan arti psikologis/ asosiasi. Sedangkan “Branding” (manajemen merek), menurut definisi kamus Merriam Webster “the promoting of a product or service by identifying it with a particular brand” adalah mempromosikan suatu produk atau jasa dengan meng-asosiasikan terhadap merek tertentu.
Kompetisi di bisnis ritel saat ini sangat luar biasa. Pada setiap akhir pekan, hampir di semua koran, kita temukan banyak sekali promosi dan diskon yang ditawarkan oleh para peritel. Perang harga semakin hari semakin panas. Berbahagialah kita sebagai konsumen karena bisa mendapatkan harga yang luar biasa murah. Di sisi lain, peritel semakin pusing memikirkan berbagai cara untuk terus meningkatkan penjualan, sementara keuntungan semakin kecil dan biaya operasi serta biaya sewa terus naik dari tahun ketahun.
Berbagai cara dilakukan dilakukan peritel untuk mensiasati kompetisi yang ada. Mereka melakukan berbagai acara untuk menarik pelanggan, berlomba-lomba melakukan kampanye “service excellent”, “operation excellent”, melakukan berbagai penghematan, menawarkan pengalaman-pengalaman belanja yang unik, hingga investasi besar menggunakan berbagai bentuk teknologi untuk mempercantik display dan penampilan toko mereka.
Peritel yang ingin berhasil dan selamat dari persaingan dan kompetisi dengan peritel lain harus memastikan bahwa mereka bukan hanya sebuah tempat dengan setumpuk produk untuk dilihat dan dijual. Mereka harus berhasil tampil dan menjadi unik, menunjukkan jati diri secara tepat dengan memposisikan merek tokonya dengan benar.
Membangun merek menjadi sangat penting untuk dapat memenangkan persaingan. Dengan memiliki merek toko yang kuat, hubungan dengan pelanggan akan semakin kuat baik dari aspek rasional maupun motivasi dan emosi. Saat ini, ketika berbelanja pelanggan tidak hanya datang untuk mencari satu atau beberapa barang, mereka juga ingin mendapatkan pengalaman berbelanja yang bisa melibatkan emosi mereka, seperti perasaan nyaman, aman, menyenangkan dan hal lain yang memuaskan dan menggembirakan mereka.
Seringkali peritel lupa untuk membangun merek tokonya sendiri, mereka justru lebih sering membangun merek milik orang lain, dalam hal ini merek dari pemilik dan pembuat barang. Seringkali kita dapati beberapa pelanggan yang pernah berbelanja di toko kita lupa akan nama toko kita, mereka lebih ingat merek dari produk yang mereka beli di toko kita walaupun mereka ingat dimana letak toko kita. Sungguh menyedihkan, ternyata jerih payah usaha kita selama ini hanya untuk membangun merek dan kesuksesan orang lain.
Di dunia ritel selalu terjadi perang dingin antara manufaktur atau distributor dengan kita sebagai peritel. Manufaktur/distributor akan selalu berusaha memenangkan negosiasi dengan peritel sehingga mereka dapat menekan, mengatur dan menerapkan strategi penjualan mereka. Di sisi lain para peritel juga berjuang untuk menang agar dapat menentukan merek apa saja yang akan mereka jual dan strategi apa yang akan digunakan atas merek-merek yang ada di tokonya.
Dalam membangun merek suatu toko, kita harus memperhatikan dua hal penting. Pertama adalah mempromosikan merek toko kita , kedua mengatur merek-merek yang kita jual. Tujuan dari poin pertama adalah agar pelanggan semakin mengenal merek toko kita. Apabila kita sudah memiliki merek toko yang kuat maka apapun merek dan produk yang kita jual sudah tidak menjadi masalah karena pelanggan sudah menjadi loyal terhadap toko kita, bukan loyal terhadap merek dari produk yang kita jual.
Hal kedua yang perlu kita lakukan adalah mengatur berbagai merek dari produk yang kita jual agar sesuai dan tepat dengan asosiasi merek dari toko kita. Sebagai contoh apabila kita memposisikan toko kita sebagai toko yang menjual produk untuk kelas menengah-atas maka kita tidak boleh menjual produk bermerek untuk kelas bawah. Hal tersebut akan membingungkan pelanggan dalam memposisikan toko kita.
Banyak hal yang harus dilakukan peritel ketika melakukan branding. Branding bukan hanya mengenai logo/merek toko yang terpampang di depan pintu masuk. Sering kali tanpa disadari ketika pelanggan masuk ke suatu toko, mereka lupa apa nama tokonya.
Oleh karena itu branding juga perlu dilakukan di dalam toko. Yang pertama dan paling mudah dilakukan adalah memasang logo/merek di belakang kasir atau area lain di toko yang mudah terlihat pelanggan. Perhatikan juga price tag atau stiker harga apakah sudah tercetak nama toko kita. Pastikan juga nama toko tercetak pada struk/nota transaksi. Beberapa peritel besar bahkan menampilkan nama toko pada seragam yang digunakan karyawannya, atau meminta karyawan untuk menyebutkan nama toko saat mereka menyapa pelanggan, “ … selamat datang di toko ABC …“ atau “ … terima kasih sudah berbelanja di toko ABC…”
Penggunaan media luar ruang juga cukup efektif untuk meningkatkan merek toko kita. Poster, banner, spanduk dan umbul-umbul bisa menjadi pertimbangan untuk meningkatkan merek dengan cakupan area terbatas. Misalnya digunakan di dalam mall, tempat parker, atau di jalan-jalan dan di kawasan yang termasuk dalam area akses toko kita.
Media lain yang sering digunakan peritel adalah brosur, flier atau katalog yang dibagikan kepada pelanggan. Ketika membuat, usahakan disain dibuat untuk lebih menonjolkan merek toko kita dibandingkan dengan merek-merek dari produk yang kita jual. Apabila kita mempunyai cukup budget untuk promosi di media cetak akan lebih baik dalam usaha meningkatkan merek toko kita. Gunakan budget media dengan efektif, artinya mulai lakukan branding berdasarkan cakupan luas toko kita. Apabila toko kita berada dalam suatu mall maka target pertama kita adalah semua orang yang berkunjung ke mall tersebut harus tahu dan mengenal toko kita, kemudian bisa diperluas cakupannya menjadi kawasan.
Saat ini sudah banyak media yang meliputi kawasan-kawasan tertentu. Setelah kita berhasil dengan branding di kawasan boleh ditingkatkan ke area yang lebih luas seperti kotamadya, propinsi, baru ke media tingkat nasional. Jadi ketika kita melakukan branding di media cetak pastikan toko kita sudah mampu untuk meliput area yang diliput oleh media tersebut.
Menjual akan menjadi sangat mudah jika merk toko kita sudah dikenal banyak orang. Apapun produk dan merknya tidak akan menjadi persoalan karena semua barang dapat dijual dengan mudah. Seribu produk boleh keluar masuk di toko kita, seratus merek produk berganti tetapi dengan merek toko yang kuat maka semua akan tetap berakhir dengan penjualan yang luar biasa. Jadilah kreatif dan bangga untuk selalu mempromosikan merek toko anda, disetiap kesempatan, kapanpun dan dimanapun. Jadi apakah sekarang anda sudah dapat menjawab, berapa nilai merek toko anda ?
Harjanto Joewono, S.E, S.Kom
Ritel Marketing Indonesia – Coaching Team
Website: www.ritelmarketing.com
Email: info@ritelmarketing.com
Diposting oleh
majalah AdInfo PLUIT-CENGKARENG
di
10.19
0
komentar
Label: Ekbis
Selasa
Memenangkan Persaingan di Bisnis Ritel
Sektor ritel akan terus melebarkan sayapnya pada tahun 2010. Nielsen mencatat spending retail pada kuartal I-2010 meningkat 8 persen dari pada kuartal yang sama tahun 2009 ke angka Rp 9 triliun. "Jadi akan terus meningkat" tutur Teguh Yunanto, Executive Director Nielsen.
Menurut Teguh, pertumbuhan ritel modern biasanya berlangsung di kota-kota besar meski tetap ada kemungkinan masuk ke daerah. Namun, jumlahnya belum perlu dikhawatirkan. Saat ini, dari total 2 juta toko ritel, hypermarket dan minimarket hanya berjumlah 15.000. Ada dampak pertumbuhan ritel modern, tetapi bukan ke tradisional," ujarnya.
Dengan 2 juta toko ritel di Indonesia, bisa dibayangkan betapa ketatnya persaingan usaha ritel Indonesia. Peritel tradisional selain harus bersaing langsung dengan toko-toko di kiri-kanannya juga masih harus bersaing dengan peritel modern yang semakin bertumbuh dengan pesat dan agresif.
Agar bisa keluar sebagai pemenang dalam persaingan di usaha ritel bukan suatu hal yang mudah, banyak usaha perbaikan dan perubahan perlu dilakukan terutama oleh peritel tradisional. Berbagai usaha perlu dilakukan, pengelolaan usaha dengan cara modern & professional, proses kerja yang lebih efisien, keputusan yang diambil tidak berdasarkan intuisi semata, tetapi berdasarkan analisa data, peningkatan layanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, serta marketing dan promosi yang selalu menarik dan kreatif.
Hal utama yang perlu dilakukan sebelum melakukan perubahan seperti di atas, adalah penentuan format dan perumusan konsep strategi yang tepat. Ada beberapa format ritel yang saat ini menjadi favorit peritel Indonesia yaitu minimarket, supermarket, hypermarket, departemen store, convenient store, dan specialty store. Kebanyakan format yang digunakan peritel tradisional adalah specialty store. Usaha ritel seperti ini umumnya hanya menjual satu atau beberapa kategori produk, misalnya toko pakaian, toko mainan, toko lukisan, toko perhiasan, toko alat pertukangan, toko alat rumah tangga, toko kue, toko roti, jasa pencucian, jasa perbaikan rumah dan sebagainya.
Setelah menentukan format toko, selanjutnya penentuan konsep strategi yang akan digunakan. Pertanyaan yang menjadi dasar penentuan konsep strategi ini adalah “ Akan menjadi toko Terbaik dalam hal apa ? ” Apakah toko kita akan menjadi yang Terbesar, Termurah, selalu Terbaru, Tercepat atau Termudah ? Jika dalam penentuan “Format” kita menggunakan acuan fisik dan luas toko, maka dalam penentuan konsep strategi kita mengacu pada produk dan layananan yang akan diberikan.
Untuk menjadi toko yang “Terbesar” dibutuhkan secara fisik toko yang besar dan luas untuk menampung produk yang sangat banyak. Nilai positif dari konsep ini adalah dengan banyaknya kategori produk, variasi merk dan model akan menjadi daya tarik dalam mendatangkan banyak pelanggan. Slogan “One Stop Shopping” biasa digunakan dalam konsep ini.
Untuk menang, menggunakan konsep “Terbesar” ini, peritel perlu memiliki salah satu konsep tambahan lainnya apakah itu “Termurah”, “Tercepat“ atau “Termudah”. Berusahalah memberikan solusi yang tepat dan cepat bagi pelanggan karena banyaknya pilihan produk dan luasnya toko membuat pelanggan harus menyediakan waktu yang lebih lama dalam berbelanja.
Menjadi yang “Termurah” janganlah dibuat sebagai pilihan utama, peritel yang menjual barang dengan keuntungan yang tipis haruslah memiliki kemampuan perencanaan dan perhitungan yang ekstra teliti dalam pengelolaan biaya operasional. Strategi “Termurah” biasanya cocok untuk pasar menengah-bawah dengan kemampuan belanja terbatas. Untuk menang dengan strategi ini peritel harus memiliki sistem dan prosedur operasi yang sangat efisien, kejelian dalam pemilihan, dan negosiasi yang hebat pembelian barang.
Sebutan trendsetter merupakan impian setiap peritel, selalu menawarkan produk “Terbaru” biasa dilakukan peritel yang menjual barang-barang fashion, buku, musik atau elektronik dimana perubahan produk, model, disain dan teknologi berubah dengan sangat cepat. Pelanggan yang tertarik dengan barang-barang “Terbaru” biasanya tidak terpengaruh oleh harga yang lebih tinggi karena mereka selalu ingin menjadi orang yang pertama membeli atau menggunakan barang tersebut.
Untuk memenangkan strategi ini, maka peritel harus selalu bekerja keras, kreatif dan mengikuti perkembangan untuk mencari produk, model dan teknologi terbaru. Dikarenakan umur produk yang relatif pendek maka peritel harus tepat memperkirakan jumlah pembelian dan persediaan yang dimiliki sebelum trend berubah atau pasar dibanjiri produk serupa dengan harga lebih murah.
Banyak peritel bidang jasa mengklaim bahwa mereka memberikan pelayanan “Tercepat”. Dengan semakin sibuknya orang bekerja, kemacetan yang semakin panjang dan lama, menyebabkan waktu yang dimiliki orang untuk berbelanja semakin terbatas. Banyak orang rela membayar lebih mahal untuk mendapatkan layanan yang lebih cepat sebab bagi mereka waktu adalah uang.
Untuk menang dalam strategi layanan “Tercepat”, hal utama yang harus diperhatikan adalah efisiensi proses belanja, store layout yang sederhana dan proses pembayaran yang cepat. Realisasi hal ini biasanya adalah penambahan gerai untuk lebih mendekati dan menjangkau pelanggan, penambah jumlah mesin kasir dan efisiensi proses pemesanan. Contoh dari strategi “Tercepat” yang sering kita temui adalah toko-toko yang semakin menjamur di area pemukiman, layanan drive thru, home delivery dan phone shopping.
Konsep strategi terakhir dan tersulit adalah menjadi yang “Termudah”, peritel menjanjikan berbagai kemudahan dan solusi kebutuhan pelanggan. Kunci kemenangan strategi ini adalah mengkombinasikan beberapa konsep seperti “Terbesar” dan “Tercepat”. Peritel harus fokus pada hubungan pelanggan yang baik, memberikan layanan prima, menawarkan solusi dibandingkan potongan harga serta memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan dan cepat.
Kemenangan akan menjadi lebih menjanjikan apabila kita mengkombinasikan satu atau dua konsep strategi di atas. Jangan bermimpi untuk dapat mewujukan kelima konsep strategi tersebut sekaligus sebelum memiliki kemampuan manajemen super dan biaya raksasa. Tetapi jangan berputus asa karena saat ini ada fenomena baru yang memungkin Anda mengkombinasikan semua konsep strategi bisnis ritel Anda. Suatu format ritel baru yang sedang menjadi trend dan diperkirakan akan sangat sukses di masa yang akan datang, yaitu “Online Store”.
Konsep “Online Store” adalah proses jual beli yang dilakukan di dunia maya dengan memanfaatkan teknologi internet. Menjadi “Terbesar” sangat mudah karena barang yang dijual di internet tidak terbatas secara fisik. Menjadi “Termurah” sangat mungkin karena biaya investasi dan operasi di internet lebih murah dan efisien, dibandingkan biaya sewa dan operasi ritel konvensional. Dengan teknologi multimedia yang canggih produk dapat ditampilkan dengan lebih menarik dan interaktif maka menjadi selalu “Terbaru” dapat diwujudkan.
Kemudahan pelanggan dalam menemukan produk yang dibutuhkan, membandingkan antar produk dan merk yang satu dengan yang lain menjadi lebih mudah, pembayaran yang tepat, cepat dan non tunai memungkin kita menjadi yang “Tercepat”. Solusi selalu menjadi hal yang dicari pelanggan, dengan teknologi komputer saat ini semua pertanyaan pelanggan dapat disediakan dalam database pengetahuan (knowledge base), informasi mengenai produk dapat ditampilkan sangat rinci dan interaktif sehingga semua hal ini akan memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda, menyenangkan dan “Termudah” bagi pelanggan.
Dengan pemilihan format dan konsep strategi yang tepat, efisiensi operasi, kepuasaan pelanggan dan kemampuan menganalisa penjualan, pembelian, persediaan dan perilaku pelanggan secara benar maka piala kemenangan menjadi milik Anda. Online store mungkin menjadi alternatif pengembangan usaha ritel Anda di masa datang.
Harjanto Joewono, S.E, S.Kom
Ritel Marketing Indonesia – Coaching Team
Website: www.ritelmarketing.com
Email: info@ritelmarketing.com
Memenangkan Persaingan di Bisnis Ritel
Diposting oleh
majalah AdInfo PLUIT-CENGKARENG
di
16.01
0
komentar
Label: Ekbis
Jumat
Geliat Bisnis di Pintu masuk PIK
Berangkat dari rasa percaya diri untuk berusaha dan berinvestasi, masyarakat komunitas PIK mulai berani membangun usaha guna memenuhi kebutuhan hidup.
Selain menyambung kebutuhan hidup, banyak dari mereka mengakui alasan membuka usaha karena tersedianya lahan berjualan strategis dan pangsa pasar yang jelas. Jika sudah begitu, modal usaha pun seakan tak jadi masalah.
Dengan niat yang pasti ditambah “jurus dagang ampuh”, usaha dengan modal kecil pun dapat mendatangkan keuntungan besar jika dikelola dengan pikiran bijak dan manajemen yang baik.
“Yang kuat yang bertahan” agaknya menjadi kalimat yang memiliki arti betapa ketatnya persaingan dagang. Bahkan tak sedikit pula pedagang yang survive dan telah merasakan pahitnya persaingan bisnis di wilayah tersebut.
Seperti terlihat di pintu masuk menuju arah Perumahan PIK. Di situ, terdapat sejumlah penjual alat pancing, pedagang otak-otak ikan, dan es kelapa muda. Mayoritas adalah penjual otak-otak ikan dan es kelapa. Sedang penjualan alat pancing, ramai penjual tergantung ramai pembelinya (pemancing), biasanya hari Sabtu dan Minggu.
Ramainya bisnis pinggir jalan ini sudah berlangsung kurang lebih 10 tahun lalu atau dari tahun 1998-an. “Orang yang pertama kali merintis jual otak-otak ikan dan kelapa adalah Ibu Titin, lambat-laun banyak yang mengikuti jejaknya dan sekarang ada 10 pedagang,” tutur salah satu penjual otak-otak ikan, Hartono.
Modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha otak-otak ikan dengan tambahan jual kelapa berkisar Rp 3-5 juta. Biasanya, biaya yang paling banyak dikeluarkan berasal dari bahan baku otak-otak berupa ikan ekor kuning/mata belo dan tepung kanji untuk adonan. Dalam 1 kali adonan rata-rata akan menghabiskan kurang lebih 5 kg ikan dengan asumsi campuran ½ kg tepung kanji dan sedikit tepung terigu.
Selain ikan dan tepung kanji, bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuat penganan otak-otak ini antara lain; santan, telur, daun bawang/seledri, bawang putih, dan merica. Jika sudah beda tempat, maka beda pula racikan bumbu dan rasa otak-otak yang dihasilkan dari warung-warung tersebut.
Rata-rata tampilan warung penjual otak-otak ikan di sepanjang jalan pintu masuk PIK hampir sama. Terlihat dari bahan dasar untuk mendirikannya, seperti menggunakan material bambu, material seng/terpal untuk atap, kayu triplek, dan lainnya.
Sabtu malam atau Minggu biasanya selalu ramai pembeli, rata-rata pedagang otak-otak ikan di sepanjang jalan ini dapat meraup untung hingga Rp 150 ribu. Dengan kisaran 500 bungkus otak-otak ikan ludes terjual. Angka tersebut belum termasuk penjualan kelapa muda. “Jika dihitung dengan penjualan kelapa muda, keuntungan yang didapat bisa di atas Rp 200 ribu,” imbuh Hartono.
Sama halnya dengan pedagang alat pancing yang tersebar di beberapa titik. Mereka juga mengalami peningkatan penjualan pada hari Sabtu atau Minggu. “Sabtu dan Minggu biasanya ada sekitar 10 - 15 tempat yang berjualan peralatan memancing. Di luar hari itu, hanya sekitar 5 tempat saja,” ujar pemilik Yeni Pancing, Yeni.
Sedangkan omzet yang dihasilkan untuk penjualan alat-alat pancing kurang lebih antara Rp 200 - 500 ribu/hari, tergantung dari musim memancing. Modalnya pun hampir sama dengan penjualan otak-otak ikan, berkisar antara Rp 3 - 4 juta.
Yeni Pancing menawarkan alat-alat pancing beragam. Harga yang ditawarkan paling murah dari Rp 200,- untuk timah hingga Rp 200 ribu untuk reel dan ajoran.
Kendala yang dihadapi banyak penjual alat pancing ini adalah pada saat musim panas yang berpengaruh langsung dengan berkurangnya pendapatan mereka.
Omzet yang dihasilkan dari kedua bisnis tersebut dapat dikatakan cukup lumayan. Mereka (pedagang) mampu menangkap kebutuhan masyarakat sekitar yang menjadi target pasar potensial. Kondisi daerah yang cukup panas dan banyaknya kolam-kolam pemancingan, menjadi semacam pemicu lancarnya bisnis mereka.
Diposting oleh
majalah AdInfo PURI
di
15.36
0
komentar
Label: Ekbis
Motor, Belum Bisa Dibatasi
Sepeda motor di Indonesia belum bisa dibatasi jumlahnya. Pasalnya, sebagian besar masyarakat masih menilai motor sebagai alat transportasi yang murah dan terjangkau.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sinduwinata, Tingkat kebutuhan masyarakat terhadap motor masih tinggi karena masyarakat masih mengangap harga motor masih terjangkau dan lebih praktis.
Tiap tahun, angka penjualan sepeda motor di Indonesia, terus meningkat. Pada tahun 2007 lalu saja, sekitar 4,7 juta unit motor laku terjual atau meningkat sekitar 6% dibanding tahun 2006. Mendekati akhir 2008 ini diperkirakan akan terjual 6 juta motor baru.
Padahal, dengan bertambahnya jumlah sepeda motor di jalanan, akan timbul berbagai masalah. Misalnya, masalah keselamatan pengendara di jalan raya karena minimnya sarana dan prasarana jalan bagi pengendara motor.
Semakin bertambahnya jumlah motor juga disebabkan karena belum tersedianya moda transportasi yang memadai buat masyarakat. “Motor banyak dipilih oleh masyarakat karena memang kita belum memiliki moda transportasi lain yang memadai. Misalnya, subway atau bis yang terbilang cukup nyaman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, “ kata Mentri Perindustrian, Fahmi Indris ketika membuka Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2008.
Saat ini, motor banyak digunakan oleh masyarakat kategori produktif. Profil pengendara motor di Indonesia terdiri dari : karyawan swasta 29%, wiraswasta 27%, pelajar/mahasiswa 24%, karyawan pemerintah/TNI/POLRI 8%, dan lain-lain 12%. Dengan begitu, industri sepeda motor di Indonesia tidak bisa dipungkiri perannya sebagai penggerak sektor riil.
Di samping itu, industri motor juga memiliki peran dalam penyediaan lapangan kerja. Sekarang, industri motor terdiri dari 40 industri perakitan, 195 industri komponen lapis pertama, 600 industri komponen lapis kedua, 18.000 authorized sales/services & parts, dan 12.000 outlet non authorized sales.
Dengan demikian, industri ini telah mampu memberikan kesempatan kerja pada sekitar 400.000 orang. Mereka semua tersebar mulai pekerja industri perakitan sampai bengkel, belum termasuk dari sektor informal seperti usaha tambal ban.
Bukan hanya itu, nilai ekspor sepeda motor dan komponennya pun mengalami peningkatan yang signifikan. Sampai September 2008, tercatat sebanyak 51 ribu unit motor telah di ekspor ke berbagai negara atau meningkat 99% dibanding total ekspor 2007 sebesar 25 ribu unit.
Melihat kenaikan penjualan sepeda motor tiap tahunnya, industri motor dan turunannya seperti tidak terkena dampak krisis global. Masyarakat masih mengandalkan motor sebagai alat transportasi utama. Lihat saja di kala jam kerja, hampir di setiap perempatan, motor berjejal memenuhi jalan.
Jika industri ini terus meningkat dan permintaan masyarakat masih cukup tinggi, maka pemerintah harus sigap dengan membenahi sarana dan prasarana jalan. Bila tidak, motor dan penggunanya akan tetap dituding sebagai biang kemacetan.
Industri Motor
Industri sepeda motor tidak bisa terlepas dari produsen otomotif yang menaunginya. Tercatat beberapa merek motor beredar di Indonesia. Sebut saja Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan sebagainya.
Mereka semua bersaing dalam hal penjualan dan menggaet minat masyarakat. Lihat saja dalam ajang pamer sepeda motor JMCS 2008 awal Desember lalu. Sebanyak 70 perusahaan mewakili industri otomotif, ambil bagian dalam perhelatan 2 tahunan tersebut.
Bukan hanya dalam angka penjualan, mereka pun berlomba memamerkan teknologi yang digunakan. Misalnya, industri motor lokal yang telah mampu diproduksi dengan teknologi ramah lingkungan dengan standar emisi EURO-2. Dengan teknologi tersebut, bahan bakar motor akan bisa lebih dihemat. Konsumsi bahan bakarnya sekitar 50 – 60 km/liter.
Ada pula Kanzen dengan Kanzen Hybrid yang memiliki dua sistim pasokan bahan bakar, instalasi bahan bakar bensin dan LPG.
Semakin maraknya “pemain” di industri sepeda motor tentunya akan berdampak positif buat masyarakat. Bukan hanya harga sepeda motor yang akan bersaing, tapi juga meningkatnya kualitas produk yang lebih ramah lingkungan dan minim pemakaian bahan bakar.
Diposting oleh
majalah AdInfo PURI
di
15.35
0
komentar
Label: Ekbis
Sabtu
Tips Berbisnis di Lingkungan Perumahan
Dewasa ini, perkembangan perkotaan sudah sangat berubah bila dibandingkan dengan keadaan pada 15 atau 20 tahun yang lalu. Berbagai kawasan di pinggiran kota terutama kota-kota besar, telah berkembang sedemikian rupa sehingga menjadi apa yang disebut dengan kawasan satelit.
Banyak sekali kompleks-kompleks perumahan di bangun di sana, lalu tumbuh kembang menjadi kantong-kantong bisnis. Sebagai contoh, di Jakarta kita kenal sejumlah kawasan yang telah menjadi kantong bisnis, seperti Serpong, Puri Kembangan, Kelapa Gading, Cibubur, Depok, Bekasi, Tangerang, Cinere dan lain sebagainya.
Sejalan dengan perubahan pola fikir masyarakat yang trauma dengan krisis ekonomi pada tahun-tahun 1997-1998 lalu, maka banyak orang berupaya menjalankan usaha sendiri yang dimulai dari lingkungan tempat tinggal. Ini tentu saja berhubungan dengan kenyataan bahwa kesulitan mencari pekerjaan saat sekarang, boleh dikata sudah sama sulitnya dengan mencari sumber air di padang pasir. Bahkan bagi yang sudah bekerja pun, masih ada saja permasalahan yang sukar dicarikan pemecahannya, seperti kecilnya kompensasi serta risiko di PHK sewaktu-waktu.
Itu sebabnya, jelas dan gamblang terlihat fenomena di kalangan masyarakat, bagaimana kaum muda yang baru saja menginjak usia produktif telah demikian antusias merintis usaha agar memperoleh penghasilan yang lebih memadai sekaligus menghindarkan diri dari kemungkinan terkena Pemutusan Hubungan Kerja oleh majikan, yang seringkali terkesan dilakukan secara semena-mena.
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman para pelaku usaha di kawasan satelit dari tahun ke tahun, ternyata ada beberapa karakter tertentu yang menjadi ciri khas lingkungan perumahan yang sudah selayaknya mendapatkan perhatian, bila kita berkeinginan untuk berbisnis di sana.
Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian itu terkait beberapa aspek, meliputi aspek geografis, aspek demografis, serta aspek produk atau komoditas yang dijual.
Berikut adalah tips-tips nya:
Kompleks-kompleks Perumahan Tertentu Ternyata Kosong Pada Hari Kerja Biasa
Banyak di antara kita berasumsi bahwa timbulnya berbagai kompleks perumahan baru, akan menjanjikan prospek bisnis yang cukup menggiurkan. Apalagi kalau melihat bahwa beberapa diantara kompleks perumahan tersebut merupakan perumahan kalangan menengah ke atas, maka kita akan berfikir bahwa pastinya para penghuni di sana memiliki daya beli yang tinggi.
Berdasar hal itu, maka timbullah niat kita untuk mencoba membuka usaha di sekitar perumahan dimaksud.
Akan tetapi, kalau kita tidak jeli, kenyataan tersebut bisa sangat menyesatkan. Sebab, banyak kompleks-kompleks pemukiman baru di pinggir kota ternyata dihuni oleh para keluarga muda, yang tadinya tinggal bersama orang-orang tua mereka di pusat kota. Dan, hampir semua dari mereka memiliki pekerjaan sebagai karyawan profesional di pusat kota juga.
Akibatnya, pada hari-hari kerja biasa, dari Senin sampai dengan Jumat, kompleks-kompleks perumahan semacam itu nyaris kosong ditinggal penghuninya yang pergi ke pusat kota pagi-pagi sekali untuk bekerja, dan baru kembali pada malam hari. Umumnya setiba di rumah, para karyawan tersebut sudah tidak ada keinginan keluar rumah lagi, karena kelelahan bekerja seharian,. Mereka hanya ingin cepat istirahat untuk kembali pergi kerja esok paginya.
Dengan begitu, potensi bisnis di sekitar perumahan itu menjadi kurang menjanjikan. Aktivitas kehidupan baru kelihatan dinamikanya hanya pada “week-end days” yaitu Sabtu dan Minggu saja. Otomatis, keadaan demikian sungguh tidak kondusif untuk kita menjalan bisnis yang serius.
Perhatikan Kompleks Perumahan Baru dan Kompleks Perumahan Lama
Di kawasan satelit tertentu yang telah cukup lama berdiri, biasanya ada kompleks-kompleks perumahan yang telah cukup lama dibangun, dan ada juga yang relatif masih baru. Nah, dalam hal seperti ini, seyogyanya kita bisa membuat perhitungan-perhitungan.
Pada pemukiman yang masih baru, umumnya para penghuni yang tinggal di sana juga merupakan keluarga-keluarga muda. Sebagaimana telah disinggung di atas, para penghuninya hampir pasti adalah orang-orang yang bekerja di pusat-pusat kota, atau di tempat lain yang relatif jauh dari perumahan tersebut. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa perumahan akan sepi penghuni pada hari-hari kerja biasa. Dengan sendirinya, kita bisa menganggap lingkungan perumahan itu kurang berpotensi bisnis.
Sebaliknya, pada kompleks-kompleks yang telah lama dibangun, kemungkinan besar para penghuninya sudah cukup senior dan sebagian dari mereka mungkin saja sudah memasuki masa pensiun. Ada harapan, sudah banyak pula kaum remaja yang tinggal dan bersekolah di sana. Dengan demikian, suasana kehidupan di pemukiman semacam ini sudah lebih hidup, dan aktivitas bisnis lokal yang dilakukan warga juga sudah mulai terbentuk.
Untuk kompleks pemukiman yang telah “established” seperti ini, kita dapat menaruh harapan yang lebih besar bahwasanya bila kita mendirikan usaha di sana, akan lebih memperoleh peluang untuk maju.
Perhatikan Kompleks Perumahan Pendatang vs Perumahan Warga Asli
Dalam satu daerah yang berkembang menjadi kawasan satelit, tentu bisa dilihat bahwa di antara berbagai kompleks perumahan baru yang dibangun, tentu ada pula perumahan pemukiman warga asli yang sudah tinggal di situ sejak puluhan tahun yang lalu. Sebagian sudah agak mapan, sebagian lagi mungkin saja masih berstatus “kampung”.
Yang perlu kita camkan adalah, jangan menganggap remeh pemukiman warga asli. Sebab, di beberapa tempat tertentu, pemukiman warga asli ini justru merupakan penopang kehidupan bagi warga pendatang yang membeli rumah di kompleks-kompleks perumahan baru. Yang sudah sering terjadi misalnya adalah, kebutuhan pengurusan dokumen kependudukan warga pendatang, pada umumnya ditangani oleh para tokoh pemerintahan lokal, seperti RT dan RW di pemukiman warga asli tersebut.
Banyak dari lokasi pemukiman warga asli adalah lokasi-lokasi yang sudah mapan secara bisnis. Paling tidak untuk ukuran bisnis yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Di tempat-tempat seperti ini, kehidupan bermasyarakat sudah berjalan secara sangat memadai, sehingga justru di lokasi inilah kita akan lebih dimungkinkan untuk membuka usaha. Ini mudah dimengerti, karena di pemukiman yang sudah terbentuk, tidak ada fenomena kosongnya perumahan karena ditinggal penghuni yang hampir semuanya bekerja di pusat kota.
Perhatikan Pertumbuhan Kawasan, Adakah Kantor, Sekolah, Rumah Sakit, Pabrik dan Lain-lain
Pertumbuhan potensi bisnis suatu kawasan, dapat dengan mudah dilihat dari perkembangan infrastruktur serta propertinya. Kita bisa lihat adakah di sana dibangun perkantoran, pertokoan, sekolah-sekolah, rumah sakit, pabrik dan lain sebagainya.
Hanya saja di sini kita harus melihat dengan lebih jeli, tidak saja terbatas dari keberadaan bangunan-bangunan tersebut, tapi juga harus lebih dari kesibukan yang ada di dalam dan sekitarnya. Sebab, di beberapa kawasan, banyak kantor, toko-toko, bahkan sekolah dan rumah sakit yang sepi pengunjung. Apalagi pada hari-hari kerja biasa.
Bisa disimpulkan, bahwa kebanyakan dari pelaku-pelaku usaha yang membangun toko-toko, rumah-rumah makan, kantor-kantor dan sebagainya itu, yang terkecoh dengan keberadaan berbagai perumahan menengah dan mewah di sana. Ternyata, perumahan-perumahan dimaksud, selalu sunyi di hari-hari kerja biasa sehingga aktivitas bisnis pun tidak dapat berjalan sebagaimana diharapkan.
Perhatikan Jalan Jalur Cepat, Jalur Lambat, Jalur Perlintasan dan Kawasan Rendezvous
Apabila kita memutuskan untuk mendirikan usaha di suatu kawasan tertentu, rumah makan atau toko misalnya, maka lebih jauh perlu diperhatikan keletakan dari tempat usaha itu sendiri.
Suatu tempat yang ramai belum tentu berpotensi baik untuk bisnis. Sebaliknya sebuah lokasi yang sepi, belum tentu juga jelek untuk melakukan usaha.
Kita harus lebih memperhatikan akan fenomena-fenomena yang “menyesatkan”. Ada tempat usaha yang terletak di pinggir jalan besar yang selalu ramai, sehingga sepintas seakan-akan berada di lokasi yang strategis. Tapi pada kenyataannya, tempat usaha itu sendiri tidak pernah bisa ramai. Kenapa?
Ternyata keletakannya ada di “jalur cepat”, yaitu di sebuah ruas jalan yang memang ramai dilalui berbagai kendaraan, namun merupakan jalur perlintasan di mana kendaraan-kendaraan melesat dengan kencangnya sehingga tidak ada peluang para penumpang di dalam kendaraan tersebut untuk memperhatikan keberadaan unit usaha di tepi jalan. Maka, perlu dipertimbangkan untuk mencari lokasi bisnis yang keletakannya ada di pinggir jalan besar yang ramai, tapi kendaraan-kendaraan melintas dengan kecepatan lambat.
Di lain pihak, kita harus memperhatikan juga adanya lokasi usaha yang sepintas sudah memenuhi syarat. Misalnya, orang cukup banyak yang lalu-lalang, dan letaknya di pinggir jalan yang kendaraan-kendaraannya berjalan dengan lambat. Tapi, bila suasana sekitar gelap, tidak ada penerangan yang memadai, ditambah lagi tidak ada pula tetangga yang berjualan di situ, hampir pasti lokasi yang demikian itu juga kurang bagus untuk menjalankan usaha.
Ciri-ciri lokasi usaha yang berpeluang bagus antara lain adalah, tempat tersebut ramai dengan kesibukan belanja. Banyak sekali pedagang di sana, meliputi ruko-ruko yang dipakai untuk toko kelontong, rumah makan, bank, dan biasanya, pada sore hari terdapat juga semacam “pasar kaget”, berupa tenda-tenda yang biasanya didominasi oleh para pedagang makanan.
Kerumunan orang-orang yang berbelanja, keluarga-keluaga yang “nongkrong” di tempat makan di pasar kaget, serta orang berlalu-lalang diantara kepulan asap penggorengan pedagang makanan, adalah merupakan ciri-ciri kawasan usaha yang telah “hidup”. Jalanan di sekitar biasanya penuh dan macet dengan antrean kendaraan yang berjalan lambat.
Untuk daerah-daerah semacam itu, potensi bisnis dalam radius 500 meter sekitarnya biasanya cukup baik.
Kalau kita kesulitan mendapatkan tempat usaha di lokasi ramai seperti di atas, dan tetap ingin berbisnis di dalam kompleks perumahan, itu masih mungkin. Asalkan kita perhatikan kompleks perumahan itu karakternya seperti apa, adakah itu pemukiman keluarga muda yang kosong pada hari kerja, ataukah merupakan kawasan residensial yang sudah mapan, sehingga sudah memiliki kehidupan internal yang sibuk.
Kalau kita tinggal dekat dengan kawasan industri, yang di situ banyak dihuni karyawan pabrik, maka kemungkinan sekali potensi bisnisnya cukup menjanjikan. Sebab, karyawan pabrik termasuk golongan penghuni yang berkesibukan lokal, berkeluarga yang kesibukannya juga lokal. Dengan demikian, aktivitas bisnis setempat pun cepat terbentuk.
Produk, Komoditas Yang Dijual Serta Layanan Pesan-Antar
Salah satu hal lagi yang perlu mendapat perhatian kita dalam berbisnis di kawasan satelit adalah soal produk atau komoditas yang akan dijual. Di kawasan semacam ini, berlaku juga semacam “perilaku konsumen” yang menginginkan ketersediaan produk-produk tertentu.
Bidang-bidang usaha yang tampaknya mendapat respons positif dari konsumen kawasan, biasanya berhubungan langsung dengan kebutuhan warga yang tinggal di daerah baru. Bidang-bidang tersebut meliputi bidang makanan (restoran, rumah makan, tempat jajan), pelayanan kesehatan (klinik, praktek dokter 24 jam), otomotif (bengkel dan/atau suku cadang motor dan mobil), toko material bangunan, toko kelontong (kebutuhan seari-hari), pendidikan anak (sekolah dan kursus-kursus), salon perawatan kecantikan, showroom mobil dan motor.
Ada juga yang agak sedikit khas, yaitu pelayanan internet lokal berbasis wireless, layanan TV berbayar via satelit (karena layanan broadband via kabel serat fiber biasanya belum menjangkau daerah pinggir kota) serta keagenan media cetak.
Bidang-bidang usaha seperti software house, toko komputer serta show room mobil mewah, kelihatannya belum terekomendasikan sampai saat ini.
Last but not least, ada satu lagi fenomena yang kurang mendapat perhatian kita, tapi sebenarnya sangat penting. Yaitu, layanan pesan antar (delivery service)! Seperti diketahui, keberadaan perumahan di kawasan satelit adalah disebabkan kebutuhan tempat tinggal bagi kaum muda yang bekerja di kota.
Mereka adalah pekerja keras yang selalu lelah setibanya di rumah. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan layanan pesan antar yang memuaskan guna memenuhi kebutuhannya. Termasuk dalam hal ini adalah kebutuhan makanan dan minuman, barang kelontong, binatu (laundry) dan beberapa lainnya.
Kalau kita mau sedikit cerdas, jalankanlah layanan pesan antar ini, maka peluang kita untuk berhasil akan naik sekitar 40 – 50%. Maka , jangan heran kalau di kawasan perumahan baru, ada rumah makan atau toko yang sehari-harinya sepi pengunjung, tapi dari tahun ke tahun tetap eksis. Ternyata, usaha mereka lebih banyak didukung oleh layanan pesan-antar ini. Selamat mencoba!
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
18.32
0
komentar
Label: Ekbis